Review Film Miracle in Cell No. 7
Miracle in Cell No. 7
Miracle in Cell No 7 merupakan film berbahasa korea yang banyak
menguras air mata para penontonnya. Film garapan Lee Hwan Kyung ini mempunyai
genre komedi, keluarga, dan melodrama. Film yang dirilis pada tanggal 23
Januari 2013 ini merupakan salah satu film
yang mendapatkan banyak penghargaan dan menjadi film terlaris sepanjang tahun
2013. Film Miracle in Cell No 7 ini diangkat dari kisah nyata yang terjadi pada
tahun 1972 dimana saat itu hukum di Korea Selatan mendiskriminasi pada mereka yang memiliki keterbelakangan
mental.
Film Miracle in Cell No 7 ini banyak dibuat berbagai versi dan salah satunya versi Indonesia. Film yang berdurasi 127 menit ini menceritakan tetang Lee Yong Goo yang mepunyai keterbelakangan mental memiliki seorang anak perempuan bernama Ye Sung yang begitu menyayanginya, Ye Sung selalu membantu ayahnya dari membayar tagihan listrik hingga bayaran sekolah. Ye Sung melalukannya sendiri karena ia sudah mengerti keadaan ayahnya, walaupun ayahnya memiliki keterbelakangan mental ia sangat bersyukur karena hal tersebut tak mengurangi rasa cinta kepada ayahnya yang begitu besar. Lee Yong Goo bekerja sebagai juru parkir.
Cerita ini bermula ketika Ye Sung
kecil meminta tas berwarna kuning bergambar Sailor Moon. Karena Lee Yong Goo belum gajian, ia dan Ye Sung hanya melihat tas
sailor moon dari luar toko, namun tas tersebut sudah di beli oleh orang lain
yaitu anak komisaris polisi. Lee Yong Goo masuk kedalam toko dan meminta anak
komisaris Polisi untuk tidak jadi membeli tas namun anak tersebut enggan
memberikannya.
Beberapa hari kemudian Lee Yong
Goo bertemu dengan anak komisaris polisi dan sang anak komisaris memberitahu
bahwa ada yang toko lain yang menjual tas Sailor Moon kemudian Lee Yong Goo mengikuti anak komisaris
tersebut, tetapi di tengah perjalanan terjadi insiden sang anak komisaris
terjatuh dan tertimpa batu bata yang mengakibatkan anak tersebut meninggal.
saat menjalani pelatihan sebagai tukang parkir ia mendapatkan pelatihan
menyelamatkan orang pingsan lalu Lee Yong Goo membuka celana anak Komisaris
tersebut agar melancarkan peredaran darah dan memberikan nafas buatan, oleh
karena itulah Lee Yong Goo pun terkena
tuduhan menculik, memperkosa, bahkan membunuh.
Pada akhirnya Lee Yong Goo dipenjara di kamar sel
no 7 yang merupakan penjara untuk narapida yang berbahaya dan juga mempunyai
keamanan yang sangat ketat., di dalam
penjara Lee Yong Goo hanya memikirkan Ye Sung ia sangat khawatir akan nasib Ye
Sung karna mereka hidup hanya berdua. Di dalam penjara Lee Yong Goo berteman
dengan lima tahanan lain yang bernama So Yang-ho,
Choi Chun-ho, Kang Man Beom, Shin Bong-shik, dan Tetua Seo, karena
kelima tahanan tersebut mengetahui kekhawatiran Lee Yong Goo akhirnya kelima tahanan itu membantu menyelundupkan Ye Sung
ke dalam.
Setelah tanggal sidang di
tentukan Lee Yong Goo menjalani sidang namun sesaat sebelum sidang Ketua
Komisaris sang ayah dari anak yang meninggal mendatangi Lee Yong Goo ia menekan
dan memukuli Lee Yong Goo agar dia mau mengakui perbuatannya dan berkata jika
tidak mau mengakui ia akan melakukan hal
yang sama pada Ye Sung. Pada khirnya Lee Yong Goo mengakui perbuatan yang tidak
ia lakukan karena takut terjadi sesutau kepada Ye sung. Dan hakim pun
mejantukan hukuman mati kepada Lee Yong Goo.
Beberapa hari sebelum Lee Yong Goo di eksekusi para tanahan berniat untuk membuatkan balon udara untuk Lee Yong Goo kabur karena mereka berganggapan bahwa hukuman mati tidak pantas di jatuhkan kepada Lee Yong Goo. Pada awalnya rencana tersebut berjalan dengan lancar hingga saat akan terbang tali yang digunakan nyangkut di pagas pembatas dan Lee Yong Goo pun tidak berhasil kabur. Pada akhirnya Lee Yong Goo dieksekusi pada tanggal 23 Desember 1927.
Setelah beberapa tahun kemudian Ye Sung berubah menjadi gadis yang cantik dan berprofesi sebagai pengacara. Dengan keahliannya sebagai pengacara Ye Sung berusaha memperbaiki nama baik ayahnya, akhirnya pengadilan pun mengadakan sidang ulang. Ye Sung dibantu oleh kelima teman Lee Yong Goo yaitu mantan napi yang sudah tobat bahkan So Yang Ho berusaha mati matian membersihkan nama Lee Yong Goo. Pada awalnya kesaksian para teman Lee Yong Goo tidak dipercayai oleh hakim, namun mereka tetap berusaha meyakinkan hakim dan pada akhirnya hakim memutuskan bahwa Lee Yong Goo tidak bersalah. Walaupun ayahnya sudah meninggal namun ia tetap bersyukur dan bahagia karena telah berhasil membersihkan nama ayahnyaa dari tuduhan yang tidak benar.

Comments
Post a Comment